Pupuk Organik

Pupuk organik cair pertala pada dasarnya adalah konsentrat mikroba yang telah mengalami rekayasa genetis. Kode genetika mikroba diubah dengan cara membiakkan kultur mikroba dalam substrat dengan kandungan kimia yang telah diatur. Mikoorganisme inilah yang akan meremajakan dan ‘menghidupkan’ kembali tanah.  aplikasi pupuk pertala akan secara bertahap meningkatkan derajat kesuburan dan daya dukung media/lahan.

Karena pupuk pertala adalah biakan mikroba, maka cara kerjanya berbeda dengan pupuk an-organik. Pada pupuk an-organik telah tersedia zat yang siap diserap oleh tanah sehingga pemupukan menggunakan pupuk an-organik memberikan reaksi yang cepat, disisi lain kandungan ini secara berangsur-angsur akan hilang sehingga perlu pemupukan ulang.

Hal yang berbeda terjadi pada pupuk organik pertala. Bakteri pada pupuk pertala memerlukan waktu untuk berakulturasi dengan tanah dan menghasilkan zat hara yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga reaksi dari pupuk ini relatif lebih lambat dibandingkan pupuk an-organik. Namun disisi lain, bakteri akan terus berkembang biak di lahan sehingga kapasitas produksi zat hara akan meningkat seiring dengan pertambahan waktu. Penambahan konsentrat bakteri pada pemupukan berikutnya akan mempercepat proses ini. karena alasan inilah maka aplikasi pupuk pertala secara konsisten dapat meningkatkan daya dukung dan ‘menghidupkan’ lahan termasuk memperkecil dosis pupuk dimasa yang akan datang.

Hal yang menarik adalah: ternyata substrat biakan yaitu herba dan tumbuhan dapat ditemukan relatif mudah disekitar lokasi pertanian. Kaliandra lazim digunakan untuk pakan ternak dan kayu bakar, sintrong dan babadotan ditemui tumbuh secara liar di lahan tidur, begitu pula dengan 8 bahan lainnya. Pembuatan substrat pun dapat dilakukan secara mudah dalam skala rumahan.

Kembali pada pupuk organik cair pertala ..

[penampakan]

cairan berwarna keruh dengan sedikit endapan coklat dan berbau tidak sedap juga mengeluarkan gas

[manfaat]

  • secara bertahap meningkatkan derajat kesuburan dan daya dukung lahan/media tanam. Tanah akan kembali gembur dan kaya akan jasad renik
  • kegunaan tambahan : sebagai mikroba pengurai yang dapat diaplikasikan untk memperpanjang umur septic tank

[teknik aplikasi]

pupuk organik cair pertala dapat digunakan secara ekslusif mengantikan pupuk anorganik (direkomendasikan), atau sebagai pupuk komplementer pada pertanian semi organik

Pada padi

  • Aplikasi dilakukan 4 kali : 3 hari sebelum tanam, 7-10 hari setelah tanam, 21-25 hari setelah tanam, dan 40-45 hari setelah tanam. Pupuk setelah dicairkan disemprotkan secara merata pada lahan
  • Dosis standar adalah 70liter / hektar untuk 1 kali masa tanam. 40% pada pemupukan I, 20 % masing-masing pada pemupukan II, III, dan IV
  • teknik aplikasi detail bergantung pada kondisi tiap lahan

pada tanaman dalam pot/polybag

  • 20 ml pupuk dicairkan dalam 1 liter air digunakan untuk penyiraman dengan interval 7-10 hari per penyiraman

Tanaman pangan (non padi), palawija, bunga, dan sayuran daun

  • 30-40 L per hektar.
  • aplikasi I (40%) pada 3 hari sebelum tanam.
  • jumlah dan interval antar aplikasi berikutnya bergantung pada jenis tanaman

sayuran umbi dan buah

  • 60-80 L per hektar.
  • aplikasi I (40%) pada 3 hari sebelum tanam.
  • jumlah dan interval antar aplikasi bergantung pada jenis tanaman

Pada lahan sawah aplikasi HARUS memperhatikan hal  berikut :

  1. lahan dipersiapkan dengan baik terutapa pada proses penggemburan dan pelumpuran. Proses pengolahan tanah yang baik mempengaruhi hasil. Disekeliling lahan dibuat saluran air untuk mempermudh proses pengeringan lahan, jika diperlukan, saluran air juga perlu dibuat ditengah lahan serarah dengan arah air.
  2. Aplikasi dilakukan pada kondisi lahan macak-macak ( ketinggian air < 1cm) untuk mempercepat penyerapan pupuk dan akulturasi bakteri dengan tanah. pada pemupukan air harus ditutup baik aliran air masuk maupun keluar. kondisi ini dipertahankan minimal selama 1 hari 1 malam (disarankan 3 hari). jika terjadi hujan pada masa ini, perhatikan apaka ada air melimpah keluar, jika ya maka pemupukan harus diulang
  3. pemupukan dilakukan menggunakan sprayer secara merata ke seluruh bagian lahan. bagian tengah lahan dipupuk 2 kali untuk mengurangi efek tepi.

[harga]

  • pertala bunga dan daun kemasan 1 liter                          : Rp 20.000
  • pertala padi /Hortikultura kemasan 5/10/20 liter        : Rp17.500 /liter
  • REFILL (kemasan dari konsumen)  pertala bunga/daun Rp 17.000/lt, pertala padi/hortikultura Rp 14.000/lt

kembali ke halaman sebelumnya